Artikel ini kami kutip dari propertyandthecity.com, untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan wilayah Cibubur saat ini, terutama mengenai rencana pembangunan tol baru yang melewati Cileungsi sheingga akan menyebabkan kenaikan harga properti :

Tol Cimaci dan LRT diharapkan menjadi jawaban kemacetan yang mendera Cibubur sekian lama. Pembangunan koridor Cibubur-Cileungsi- Jonggol kini memasuki jilid kedua. Menyusuri koridor Cibubur-Cileungsi-Jonggol (Cicinggo) sepanjang 26 km dari Gerbang Tol Cibubur 1 melintasi Jalan Transyogi (Jalan Alternatif Cibubur) hingga Jalan Raya Cileungsi-Jonggol akan nampak suasana yang riuh ramai.

Kepadatan menjadi pemandangan sehari-hari di Jalan Transyogi. Tidak hanya kendaraan pribadi, kendaraan truk-truk besar juga menjadi beban jalan ini sepanjang hari. Melewati Jalan Transyogi mata kita akan “dihibur” dengan berbagai spanduk dan papan reklame perumahan dari berbagai pengembang. Iklan-iklan perumahan ini akan terus kita temukan sampai memasuki kawasan Cileungsi. Ini menandakan pertumbuhan perumahan baru masih terus berlangsung di jalur Cicinggo.

Perubahan Zonasi Cibubur

Walaupun kemacetan selalu mendera Jalan Transyogi. Menilik Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Jakarta 1985-2005, Cibubur merupakan zona konservasi, pertanian, resapan dan hanya ada sedikit hunian. Namun, dalam perkembangannya berubah menjadi sebuah kota dengan bermunculan kawasan perumahan, terutama perumahan kelas menengah atas dan atas. Konsep tata ruang pun berubah yang dituangkan dalam RUTR 2000-2010, disebutkan Cibubur dijadikan sebuah kawasan permukiman dengan kepadatan rendah dengan tujuan masih terdapat resapan air.

Waktu berjalan, faktanya Cibubur terus dipadati perumahan hingga terus ke arah Cileungsi. Masalah infrastruktur di Cibubur diharapkan terpecahkan dengan sedang digarapnya pembangunan ruas jalan tol, pelebaran jalan utama dan LRT (light rail transit) yang tiang pancangnya kini sudah berdiri. Apabila semua terealisasi, image Cibubur yang selalu didera kemacetan akan hilang.

Inilah jalan tol yang digadang-gadang mengatasi kemacetan di Cibubur, tol Cimaci dengan panjang 26,4 km, yang diharapkan beroperasi tahun 2018. Tol ini nantinya akan terhubung dengan beberapa jalan tol lainnya di Simpang Susun Cimanggis, seperti dengan Jalan Tol Jagorawi dan Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago). Ruas jalan Tol Cimaci terdiri dari dua seksi, yakni seksi I dengan ruas Cimanggis Junction (Tol Jagorawi)-Transyogi sepanjang 3,1 km dan seksi II Transyogi-Cibitung (Tol Cikampek) sepanjang 23,3 km.

Satu lagi yang ditunggu warga Cibubur adalah moda transportasi LRT yang diharapkan menjadi solusi kemacetan di Cibubur. Dengan LRT dari Cibubur ke Dukuh Atas sepanjang 25,1 km, misalnya, hanya ditempuh dalam waktu 25-30 menit. Idealnya, LRT akan mengurangi warga Cibubur, Cileungsi menggunakan mobil pribadi. Walaupun kemacetan masih menjadi masalah akut di Jalan Transyogi. Potensi besar tetap ada di koridor Cicinggo. Cibubur, misalnya, masih dianggap bebas dari banjir. Keberadaan kawasan industri di sekitarnya seperti kawasan Narogong, Cileungsi, dan Bekasi. Dimana ada kawasan industri, di situlah kebutuhan rumah paling besar untuk para pekerja. Udaranya relatif masih bersih dan segar di kawasan Cibubur dan Cileungsi. Kontur tanah berbukit yang menjadi pembeda dengan kawasan lainya.

“Meskipun punya kelemahan pada aksesibilitas dan transportasi, tapi dengan kelebihan tersebut justru akan semakin memicu pertumbuhan properti dan bisnis lainnya di koridor ini. Apalagi harga tanah juga relatif masih lebih terjangkau,” ujar Lilly. Gairah pasar properti di Cibubur hingga ke Jonggol bisa dilihat dari terus tumbuhanya area komersial di jalur ini. Ada mal, hotel, ruko, pusat perbelanjaan, showroom mobil, pusat kuliner yang tidak kalah dengan kawasan lainnya. Sebut saja Cibubur Square, Cibubur Juntion, Plaza Cibubur, Mal Ciputra Cibubur, Metropolitan Mall Cileungsi, Cibubur Point, Ruko Kranggan Permai, Cibubur Times Square, juga Trans Studio Mall. Semua kebutuhan warga sudah bisa terpenuhi.

Untuk perumahan di koridor Cibubur-Cileungsi adalah gudangnya. Bahkan, Cibubur identik dengan landed menengah atas dan atas. Diperkirakan tidak kurang dari 100 perumahan skala besar, menengah, dan kecil, termasuk klaster-klaster kecil organik yang tumbuh di sepanjang jalur Cibubur-Cileungsi-Jonggol. Beberapa di antaranya, Citra Indah City, CitraLand Cibubur,Fontana Lake Residence, CaspiaMansion Cluster Metland Trasnyogi, Metand Cileungsi, Harvest City, Grand Mekarsari Residence, Legenda Wisata, Kota Wisata, Puri Sri Wedari, Mahogany Residence, Raffles Hills, Taman Laguna, The Address @Cibubur, Bukit Golf Cibubur, Kranggan Permai, Cibubur Country dan yang terbaru TransPark Cibubur. “Tidak mungkin ada showroom atau fasilitas komersial lainnya kalau tidak ada pangsa pasarnya. Ini membuktikan kalau Cibubur merupakan kue yg sangat lezat,” kata Ishak Chandra, CEO Strategic Development & Services ‎Sinar Mas Land (SML).

Suryantini, Vice GM Metland Cileungsi berpandangan bahwa kawasan Cibubur-Cileungsi-Jonggol akan menjadi poros penting yang menghubungkan timur Jakarta, yakni Cikarang-Cibitung dengan wilayah barat hingga selatan Jakarta, seperti Bogor hingga Bandara Soekarno Hatta. Hal ini dapat segera terwujud pasca rampungnya Jalan Tol Cimanggis-Cibitung. “Jalur strategis ini akan membuat Cibubur-Cileungsi sebagai pusat penting pertumbuhan properti untuk pemukiman dan komersial,” katanya. Koridor ini, lanjut Suryantini, bakal segera tumbuh menjadi pusat konsentrasi masyarakat membentuk traffic generator hunian dan komersial. Konsentrasi ini akan mendorong pertumbuhan sektor lainnya seperti fasilitas sosial dan pendidikan. “Dipastikan area ini akan menjadi sunrise baru,” ungkapnya.

Perkembangan Jilid Dua

Nitik Hening M R, Director PT Metropolitan Land, Tbk., menyebut pengembangan koridor Cibubur-Jonggol terbagi dalam dua bagian. Jilid pertama dari Cibubur Junction-fly over Jalan Raya Narogong yang melintasi beberapa perumahan besar, seperti Raffles Hills Cibubur, CitraGran, Kota Wisata, dan Legenda Wisata yang kini sudah bertransformasi ke properti komersial. Kemudian jilid dua yang mencakup beberapa kawasan perumahan seperti Metland Cileungsi, Metland Transyogi, Harvest City Cibubur, CitraLand Cibubur hingga CitraIndah City. “Jilid satu sudah mulai tahun 1990-an, maka saatnya jilid dua dengan potensi lahan yang lebih luas,” ungkapnya. Memasuki jilid dua di koridor Cicinggo, dipastikan akan diikuti kenaikan harga lahan di perumahan-perumahan yang berada di koridor ini. Apalagi pembangunan infrastruktur jalan tol sedang berlangsung.

Harga tanah di kawasan yang disebut jilid satu sudah bergerak di atas Rp6 jutaan hingga belasan juta per m2. Walaupun di sekitar Cileungsi hingga Jonggol masih dijumpai harga tanah dalam pengembangan perumahan dengan Rp1,8 juta per m2. Perumahan di Legenda Wisata dan Kota Wisata memasarkan perumahan dengan harga mulai Rp900 juta-Rp5 miliar. Harga tanah kini berkisar Rp8,5-9 jutaan per m2. “Kenaikan harga per tahun sekitar 5 persen-12 persen.

Adanya infrstruktur baru tentu semakin mendongkrak harga tersebut,” ujar Ishak. Sementara tanah di Raffles Hills berkisar Rp7-8 juta per m2 dan CitraGrand Cibubur bergerak dari Rp6-8 juta per m2. Di lahan seluas 400 hektar, Ciputra kini memasarkan hunian di kisaran Rp8 juta per m2 di dalam klaster dan mulai Rp11 juta per m2 untuk di pinggir jalan. Bahkan di akhir Oktober 2017 lalu, baru diluncurkan CitraGrand Cibubur CBD seluas 100 hektar dalam kawasan tersebut. Proyek senilai Rp3 triliun ini sedang memasarkan dua klaster hunian dan satu kompleks ruko dengan harga mulai dari Rp830 juta-1,5 miliar. “Proyek ini kami kembangkan dengan mempertimbangkan berbagai hal, terutama pengembangan infrastruktur baru ke wilayah tersebut. Kelak Cibubur akan berkembang sebagai pusat pertumbuhan baru di Selatan Jakarta,” kata Harun Hajadi, Managing Director Ciputra Group.

Bergeser ke Metland Transyogi, dimana harga lahan berkisar mulai Rp5-6 jutaan per m2. Sedangkan untuk hunian berkisar mulai Rp700 jutaan hingga Rp2 miliaran. Dalam kawasan ini juga sedang digarap apartemen pertama di wilayah Cileungsi, yakni Kaliana Apartment dengan kisaran harga mulai Rp300-500 jutaan per unit. Kemudian di Metland Cileungsi, harga tanah di kisaran Rp1,2-3,5 juta per m2, sedangkan perumahan mulai Rp500-an juta. “Harga tanah dalam kawasan sudah mencapai Rp3,5-5jt per m dengan NJOP Rp1,2 juta,” tambah F Rach. Suherman, Marketing Advisor Metland Cileungsi. Harvest City seluas 1.350 hektar sejak awal dibuka 2009 lalu, terus bergerak dari Rp600 ribu per m2 hingga kini menyentuh Rp2,5-3,5 juta per m2. Sedangkan CitraLand seluas 220 hektar yang bermain di segmen premium baru dilaunching Mei 2017 dengan harga tanah perdana di level Rp3 juta per m2. Harga perumahan sudah di kisaran mulai Rp500-an juta. Sementara di CitraIndah City, Ciputra mengembangkan perumahan menengah bawah di lahan 600 hektar dengan harga sekitar Rp145-500 jutaan. Melihat kenaikan harga properti di koridor Cicinggo, tidak salah kalau ada pengembang menyebut kawasan ini bakal menjadi sunrise baru properti. Tentu setelah semua pembangunan infrastruktur selesai dan dirasakan manfaatnya.

Dikutip dari : http://www.propertyandthecity.com/index.php/main-report/1247-cibubur-cileungsi-jonggol-menuju-sunrise-baru

Whatsapp Staff Kami

Produk Lainnya

Interior Design

  • Kamar Anak

    Dengan jumlah kamar yang mencukupi sebuah...

  • Kamar Utama

    Kamar utama merupakan ruangan paling pribadi...

  • Ruang Tamu

    Rumah compact yang menawarkan efisiensi dalam...

Berita Terbaru

Hubungi Kami


Klik di sini